Tuesday, 9 January 2018

Pesona Tana Toraja

Pesona Tana Toraja

Kabupaten Tana Toraja adalah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Ibu Kota Kabupaten ini adalah Makale yang memiliki luas wilayah 3.203 km² dan berpenduduk sebanyak ±221 .081 jiwa (data tahun 2010). Di Kabupaten Tana Toraja memang sangat dikenal luas baik Nasional maupun Mancanegara karena masyarakat asli Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan, mempertahankan gaya hidup yang khas, masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang mirip dengan budaya Nias dan serta dikenal akan keindahan wisata alamnya. Perjalanan ke obyek wisata ini membutuhkan waktu 8-10 jam perjalanan dari Makassar.  Jangan khawatir dengan waktu tempuh yang cukup lama, karena di sepanjang perjalanan kita dapat menikmati pemandangan indah berupa perbukitan hijau yang dapat menghilangkan rasa penat.


                    ini lah potret perjalanan selama kurang lebih 10 jam menuju Tana Toraja :



(Gunung Nona) 









Di Tana Toraja kita bisa menikmati berbagai Objek Wisata diantaranya :

Pallawa


Tongkonan Pallawa merupakan salah satu tongkonan atau rumah adat yang sangat menarik. Tongkonan Pallawa dibuat di antara pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat.

Londa





Tempat wisata selanjutnya yang bisa Anda kunjungi adalah Londa. Londa merupakan bebatuan curam di sisi makam khas Tana Toraja. Disana Anda bisa melihat berbagai macam peti diatur sesuai dengan garis keluarga, memang mungkin banyak diantara Anda yang menganggap tempat tersebut menyeramkan, tetapi untuk Anda yang senang untuk mencari berbagai budaya yang ada di Indonesia Anda harus datang ke tempat wisata yang satu ini.

 Ke’te Kesu





Salah satu tempat wisata yang wajib Anda kunjungi adalah Ke’te Kesu. Yang mempesona dari tempat wisata yang satu ini adalah berupa Tongkonan. Selain banyak sekali rumah adat yang berjajar, ada juga kuburan tebing dan kuburan bergantung, dan tau-tau dalam bangunan batu yang diberi pagar. Tau-tau ini memperlihatkan penampilan pemiliknya sehari-hari. Perkampungan yang satu ini juga dikenal dengan keahlian seni ukir yang dimiliki oleh penduduknya.

 Batu Tumonga




Tempat wisata selanjutnya yang bisa Anda kunjungi untuk menambah pegetahuan mengenai budaya di Tana Toraja adalah Batu Tumonga. Di tempat wisata yang satu ini Anda disuguhkan dengan banyaknya bebatuan yang sangat menarik dan indah. Disana juga Anda akan melihat keindahan rantepau dan lembah sekitarnya.

 Lemo



Tempat wisata selanjutnya yang bisa Anda kunjungi adalah Lemo. Lemo merupakan tempat yang sering disebut sebagai rumah para arwah. Di sana Anda bisa melihat mayat yang disimpan di udara terbuka, ditengah bebatuan yang curam. Pada waktu-waktu tertentu pakaian dari mayat-mayat yang ada akan diganti dengan melalui upacara Ma Nene.

Lolai, Negeri Di atas awan




Kampung ini memiliki gugusan pegunungan yang beberapa puncaknya bisa dijangkau dan saat berada di lokasi tersebut tersaji hamparan awan di sekeliling puncak pegunungan di Kampung Lolai tersebut.
Berada di puncak Lolai dengan hamparan awan yang terlihat lebih rendah dari puncak seolah kita berada negeri di atas awan. Gugusan awan putih yang dihiasi pancaran sinar matahari di balik awan menimbulkaan keindahan alam yang sangat indah di mata.

Patung Yesus





Tempat wisata rohani itu dibangun di puncak Bukit Buntu Burake, Makale, Tana Toraja. Kabupaten Tana Toraja telah mencatatkan sejarah setelah rampung membangun patung Yesus raksasa. Bahkan patung ini disebut-sebut menjadi patung Yesus tertinggi di dunia mengalahkan patung Yesus Sang Penebus yang ada di Rio de Janeiro, Brasil.









For details/reservation /private trip arrangement please mail to

magerparadise30@gmail.com

WA : 081311054122
Ig    : @magerparadise



Monday, 1 January 2018

Kete’ Kesu


(Peta Toraja)





Kete’ Kesu merupakan salah satu desa wisata terkenal yang terletak di Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, Sulawesi Selatan. Perjalanan ke obyek wisata ini membutuhkan waktu 8-10 jam perjalanan dari Makassar. Jangan khawatir dengan waktu tempuh yang cukup lama, karena di sepanjang perjalanan kita dapat menikmati pemandangan indah berupa perbukitan hijau yang dapat menghilangkan rasa penat. Di desa wisata Kete’ Kesu pengunjung disuguhkan kehidupan asli masyarakat Tana Toraja. Mulai dari barisan rumah adat Tongkonan hingga tebing yang berfungsi sebagai pemakaman. Pemakaman ini dikenal dengan nama Bukit Buntu Kesu. Hamparan sawah yang luas serta udara sejuk pegunungan menambah daya tarik tersendiri bagi desa wisata ini.


Pengunjung dikenakan biaya Rp.10.000 per orang. Harga yang sangat terjangkau tentunya. Ketika masuk, kita dapat langsung melihat barisan rumah adat Tana Toraja yaitu Rumah Tongkonan dengan lumbung padi di hadapannya. Beberapa penghuni rumah juga terlihat saling bercengkerama di pelataran rumah. Rumah-rumah Tongkonan di desa ini diperkirakan sudah berumur 300 tahun dan diwariskan secara turun temurun. Dinding-dinding Tongkonan dihiasi dengan ukiran dan juga tanduk kerbau. Tanduk kerbau mewakili status sosial pemilik rumah. Semakin banyak atau tinggi tanduk kerbau yang dipajang, berarti semakin tinggi pula status sosial pemilik rumah tersebut. Rumah Tongkonan di sini juga dibangun menghadap ke Timur dengan alasan bahwa masyarakat Toraja menganggap arwah leluhur mereka menetap di Timur. Salah satu dari Rumah Tongkonan tersebut dijadikan museum yang memperlihatkan peninggalan-peninggalan bersejarah mulai dari kerajinan keramik dari Cina, patung-patung, hingga senjata tradisional. Ada juga sebuah kandang yang berisi seekor kerbau belang. Kerbau belang merupakan hewan yang disakralkan oleh masyarakat Tana Toraja dan biasanya digunakan pada upacara pemakaman. Harganya sangatlah mahal, dari puluhan hingga ratusan juta rupiah per ekor. Masyarakat percaya bahwa dengan menyembelih kerbau belang ini, maka arwah akan cepat sampai di alam akhirat (puya) atau nirwana.
Tidak jauh dari barisan Rumah Tongkonan, terdapat sebuah bukit berbatu yang terlihat sangat menyeramkan. Bukit berbatu ini merupakan bagian paling menarik di Kete’ Kesu. Bukit berbatu yang menyerupai tebing tersebut adalah Bukit Buntu Kesu. Bukit Buntu Kesu merupakan sebuah situs pemakaman kuno di desa ini. Pemakaman kuno ini diperkirakan berusia 600 tahun. Bukit dilengkapi dengan gua-gua yang diisi peti mati berbentuk kapal kano. Peti mati dibuat dari bahan kayu dilengkapi dengan berbagai macam ukiran. Menurut tradisi, masyarakat dengan status sosial lebih tinggi dimakamkan di lubang yang lebih tinggi, sementara rakyat jelata diistirahatkan di kaki bukit begitu saja tanpa diletakkan di dalam peti. Tulang belulang yang berusia puluhan bahkan ratusan tahun pun dapat kita lihat dengan jelas berserakan di kaki bukit. Kondisinya ada yang masih utuh, adapula yang sudah berserakan dimana-mana. Yang saya herankan, bagaimana keluarga mendiang dapat mengenali anggota tubuh keluarganya itu. Masyarakat Toraja percaya bahwa semakin tinggi seseorang dimakamkan, semakin mudah jalan menuju alam akhirat atau nirwana. Di tebing ini kita juga dapat melihat beberapa Tau-Tau. Tau-Tau adalah patung yang dibuat sebagai simbol orang yang sudah mati. Patung-patung ini hanya dibuat untuk orang-orang dengan status social yang tinggi, karena untuk membuatnya saja keluarga mendiang harus menyembelih puluhan ekor kerbau terlebih dahulu. Beberapa Tau-Tau bahkan dihiasi dengan perhiasan seperti emas dan perak. Oleh sebab itu mereka diletakkan di dalam jeruji untuk menghindari dari pencurian. Sebelum naik ke atas bukit, kita akan bertemu beberapa tour guide yang akan membantu menjelaskan lebih detail mengenai bukit tersebut dan juga kehidupan masyarakat Toraja. Mereka tidak mematok harga, oleh karena itu kita dapat membayar seikhlasnya. Di mulut gua kita juga akan bertemu dengan warga yang menawarkan lampu, Mereka menyewakan  dengan harga Rp.50.000 per buah.

Friday, 15 December 2017

MAGER PARADISE

MAGER PARADISE adalah tour and travel organizer terpercaya yang identik dengan destinasi eksotik di seluruh penjuru  Indonesia. Pilih dan tentukan sendiri tempat mager kamu di seluruh Nusantara bersama MAGER PARADISE.






Monday, 11 December 2017

MAGER MAGER DI PULAU TUNDA



Tak jauh dari Ibu Kota Jakarta, tepatnya di sebelah utara Teluk Banten ada Pulau sebuah pulau kecil yang terletak di Laut Jawa yaitu Pulau Tunda yang asyik buat liburan diakhir pekan. Di sekitar pulau banyak spot snorkeling cantik dengan air yang jernih.
Pulau Tunda ialah salah satu pulau di Serang, Banten. Luas Pulau Tunda adalah sekitar 300 hektare, Pulau Tunda masih salah satu dari gugus Pulau Seribu terkenal dengan spot snorkelingnya yang bagus serta sunrise dan sunset yang keren.

Bagaimana Cara Menuju Pulau Tunda?
  • Bus -> Jurusan Serang - Merak Arimbi/ Primajasa/ Budiman/ Asli Prima dsb tarif dari 25k 35k 
  • Turun terminal Pakupatan Serang - Lanjut Angkot Dermaga Karangantu - Nyebrang kapal
  • Mobil -> Tol Tangerang - Merak, turun di tol Serang Timur, masih sekitar 15km menuju pelabuhan Karangantu
  • Motor -> Tangerang - Balaraja - Serang - Pelabuhan Karangantu


Trip kali ini adalah rombongan dari Geng Gares yang rempita namun menyenangkan dengan jumlah awal 16 orang peserta.

Sayangnya saat kita ke Pulau Tunda, sama seperti Pulau Seribu lainnya, sampah di perairan begitu banyak dan memprihatinkan. Tapi untuk ukuran pulau dekat dengan Jakarta, snorkeling di hari kedua  cukup lumayan menyenangkan dengan airnya yang bening.

Oh iya, untuk sekadar informasi buat siapapun yang hendak liburan ke Pulau Tunda, alamat Pulau Tunda di Desa Wargasara Kecamatan Tirtayasa, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Jam menunjukkan pukul 10.00, kita telah sampai di Karang Antu. Tidak menunggu waktu lama kita pun mulai naik satu persatu ke kapal untuk memulai perjalanan menuju Pulau Tunda. Tujuan kita ke Pulau Tunda ini untuk melihat indahnya sunset dan Sunrise serta ber-snorkeling ria.



Saat di perjalanan di dalam kapal kami pun asyik bernarsis ria dan bercerita. Memasuki 2 jam perjalanan maka sebagian dari kami terlelap tidur di perahu sambil menikmati hembusan laut. Kurang lebih tiga jam perjalanan di laut cukup membuat mabuk laut.






Sewaktu sampai di Pulau Tunda jam 12.00 WIB kita melakukan ishoma di homestay.





Namun di hari pertama cuaca nampak mendung, dan ombak juga besar. Kami pun berkordinasi kepada awak kapal, ternyata keadaan saat itu tidak aman untuk melakukan kegiatan spot snorkeling,Maka kita semua memutuskan untuk kegiatan snorkling pada esok hari.

Hari pertama kita mengisi dengan kegiatan jalan jalan menelusuri wilayah Barat serta Timur Pulau Tunda, Disana kami berfoto ria dan bersendagurau.. sambil menikmati semilir angin dan suara gemuruh ombak.








Setelah asik menikmati suara Ombak, dan semilir angin di pinggir Pantai Barat Serta Pantai Timur Pulau Tunda kami pun bergegas untuk kembali ke penginapan. Setelah sampai dipenginapan kami segera membersikan diri dan melakukan solat magrib di homestay.
Waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 wib, makan malam pun sudah datang dan kami segera menyantabnya hingga lahap... sampai sampai mimin pun tidak sempat mengabadikan moment tersebut. Setelah kegiatan makan malam berlangsung kami berkumpul di ruang tengah untuk saling berseda gurau dan bercanda canda sampai malam hari. Dan para peserta trip pun satu persatu memasukin kamar nya msing-masing untuk melakukan istirahat.

Hari kedua pun telah tiba, para peserta trip bangun sejak subuh dan segera melakukan ibadah solat subuh. Setelah semua selesai melakukan ibadah solat subuh para peserta di brefing oleh guide local pulau tunda bahwa hari ini kami bisa melakukan kegiatan snorkeling.

Setelah briefing dilakukan kami melakukan sarapan pagi bersama, setaah saapan kami semua segra bersiap siap untuk ganti baju dan melakukan kegiatan snorkeling.

Satu persatu peserta memasuki kapal dan kapal pun siap berangkat.. jarak tempat kami untuk snorkeling tidak begitu jauh dari penginapan hanya berjarak kurang lebih 15 menit saja.




Sampainya kami di tempat snorkeling sebelum para peserta turun ke laut, para peserta di briefing terlebih dahulu dalam teknik penggunaan alat snorkeling itu sendiri, agar tidak terjadi kesalahan penggunaan. Setelah briefing selesai kami pun semua turu satu persatu ke laut untuk melihat keindahan Pulau Tunda.






Untuk spot snorkeling yang pertama bagus, namun untuk spot kedua tidak terlalu bagus mungkin efek dari cuaca. Untuk spot yang kedua kita harus waspada dan berhati-hati karena banyak terdapat ubur-ubur kecil dan transparan yang dapat menyengat jika kita tidak waspada serta karang.

Meskipun ada beberapa teman yang mabok setelah turun kelaut tapi tetap happy melanjutkan snorkeling dan menikmati keindahan Pulau Tunda. Beruntung meskipun hari sebelumnya mendung dan angin kencang, tetapi pada hari minggu, alam masih baik kepada kami untuk bisa menyaksikan keindahan bawah lautnya

Selesai snorkeling dan kami segera siap-siap untuk pulang ke Jakarta dan siap menerjang ombak yang cukup besar, kamipun pulang dengan membawa sejuta kenangan Pulau Tunda. 






Monday, 23 October 2017

Komodo National park is the home of the unique and rare Komodo Dragon (Varanus komodoensis).

Located in East Nusa Tenggara - Indonesia, Komodo National park is the home of the unique and rare Komodo Dragon (Varanus komodoensis). Because of the unique and rare nature of this animal, KNP was declared a World Heritage Site by UNESCO in 1986.
The park includes three major islands, Komodo, Rinca and Padar, and numerous smaller islands together totaling 603 square km of land. At least 2,500 komodos live in this area. Large dragons are usually three meters long and weigh up to 90 kg. Their habitat has beautiful panoramic views of savannas, rain forests, white beaches, beautiful corals, and clean blue seas. In this area, you can also find horses, wild buffalo, deer, wild boar, snakes, monkeys, and various types of birds.
On Rinca Island, you can see komodos lying down outside the homes of national park rangers, or "parking" near the officials' homes. If you don't see a dragon, Rinca and Komodo have beautiful sceneries with white beaches, mangroves, savannas and blue waters. During the dry season, these savannas and hills have dried grasses.
You can also engage in other activities such as diving and snorkeling. You can take a cruise ship or fishermen's boat in the persuit of these activities. There are diving points highly recommended to visit which include Merah Beach, and Batu Bolong and Tatawa islands.
This place has a rich and amazing underwater sea biotica. Divers claim that Komodo waters are one of the best diving sites in the world. It has fascinating underwater scenery. You can find 385 species of beautiful corals, mangrove forests, and seaweeds as a home for thousands of fish species, 70 types of sponges, 10 types of dolphins, 6 types of whales, green turtles and various types of sharks and stingrays. The waters that surround the island are turbulent and teeming with unparalled marine life. A marine reserve has recently been established and this reserve is largely undocumented and remains unexplored.




Get Around
Your feet will be your trusted companion on this island. Good thing most people never leave home without them. When you wish to see these animals in their natural habitat, you have to walk to the hills nearby (paths have been designated). On Komodo Island, you have to climb Mt Ara (538 meters above sea level) for 3-4 hours.
On Rinca island, you have to trek for about 1.5 hours. If you are lucky, you can see Komodos attacking prey, fighting, or even employing their mojoes along the way, as illustrated by this picture on the left. If that's too wild for you, you can try to spot a group of deers, buffaloes or wild horses.








LABENGKI ISLAND New Paradise of Nature Tourist Destination at South East Sulawesi



Labengki Island or in Indonesia call it Pulau Labengki is a new paradise of nature tourist destination at South East Sulawesi Province, located at North Konawe, on the Lasolo Bay, District Lasolo, South East Sulawesi, Indonesia.
Labengki island was popularized by Tolitoli - Labengki Volunteers Giant Clam Conservation Team where is the island became one of the conservation area for the Giant Clam which done since 2012. Lebengki Island consists of several large islands and small islands, 5 large island name it Labengki Besar, Labengki Kecil (small), Namira Island, Tukoh Kulay and Mauang Island, while the small islands consists about 20 islands that do not have names. The island that has a population is Labengki Kecil.

Main tribe that inhabited on the island is Bajo Tribe as native tribe and some of Tolaki Tribe. There are about 100 head of households on this island with a population of about 400 people, the main livelihood of the people of Labengki is a fisherman. Total area of Labengki Island is about 15,000 acres where on this area is also as main habitat of Giant Clam or at Indonesia call it "Kima", its a kind of giant clams that are rare and protected.
.
The word of Labengki took from "Tolaki" Language (local tribe) "Laabenggi", which is mean "ewer" or similar, since long time ago local people usually use ewer as a receptacle for storing water, and the Labengki Island if it look from far places, then it will be look like the ewer, so thats why people name it "Laabenggi" in Indonesian language become Labengki.

Labengki island offers real exotic panoramic, quiet and natural, surrounded by green rocky hills and it has a very beautiful underwater marine biodiversity, on the one rock mountains corner there are several types of orchids that grow naturally so it can be said Labengki Island area is very ideal and suitable of being a marine tourism destination at Indonesia especially at Southeast Sulawesi.



Dozens of white sand beaches scattered at every corner of the island combined with clear crystal water and expanse of colorful coral and a variety of small islands that surround of the island area, makes Labengki to be a paradise for Diving Lover, Snorkeling, fisher, Climbers and Orchid Lovers.

Labengki Island has many diving sites with a variety of types, ranging from slope up to drop off, dive spots visibility can reach 30 - 35m, with formations of stunning coral and rich colors. Beside to amazing coral formations, a unique topography of coral mound with different coral types that can make divers feel amazing sensation. Some area of dive sites have a strong current where offers sensation of drift diving with stunning underwater scenery.

Besides having many stunning diving sites, Labengki island area is also home of the new native giant clam species name it Kimaboe, one of the world's largest giant clam species found it by the Team of Tolitoli - Labengki Giant Clam Conservation, nowadays we can ensure that on these conservation areas can be found 8 types of giant clam where it can be a place for giant clam research.

Labengki Island is a paradise for marine lovers, where you can explore the beauty of its underwater, learn about the giant clams, and also explore the Labengki forest with lake. You can also interact with Bajo Tribe and see of their daily life, which is known as tough fishermen in the world. Labengki Island is a quite place where you can enjoy the touch of nature, with many rocky islands views and it's also called as The New World for Diving, Research and Traveling.

In short, if you're looking natural places for a holiday on a beautiful empty island which feel like own island with peaceful places and stunning underwater scenery, than Labengki Island is the right choice.


For details/reservation /private trip arrangement please mail to 
 
magerparadise30@gmail.com

WA : 081311054122
Ig    : @magerparadise

Sunday, 15 October 2017

Trip Via Ferrata Gunung Parang Purwakarta



Open Trip
Via Ferrata Gunung Parang Purwakarta

DAY 1        ( MS )
06:00        : Meeting Point dari Plaza Semanggi Jakarta dan bertemu team Mager Paradise
06:30        : Persiapan perjalanan Open Trip Via Ferrata Gunung Parang menuju Purwakarta.
09:30        : Para peserta Open Trip Via Ferrata Gunung Parang tiba di lokasi.
10:00        : Persiapan Via Ferrata yang dipandu langsung oleh rangger lokal dan instruktur khusus.
10:15        : Pemakaian Safety Equipment masing-masing perserta.
10:30        : Tracking menuju Tibing depan pendakian.
10:45        : Briefing teknis Via Ferrata dan Sistematis pelaksanaan kegiatan.
11:00        : Pemanjatan/ Climbing Via Ferrata dengan pemandangan di atas 300 meter.
11:20        : Foto nonstop pemanjatan/ climbing masing-masing peserta.
13:30        : Turun menuju basecamp untuk makan siang bersama.
14:00        : Para peserta menikmati makan siang bersama di basecamp.
15:00        : Persiapan pulang menuju Jakarta.
18.00        : Estimasi tiba di Plaza Semanggi d

Fasilitas Open Trip Via Ferrata

 Gunung Parang Purwakarta

Open Trip Via Ferrata Gunung Parang TERMASUK :

• Transportasi Ac Jakarta – Gn. Parang PP
• Makan siang.
• Air Mineral.
• Safety Equipment/ Peserta.
• Guide lokal Gn. Parang.
• Instruktur Lokal Gn. Parang.
• Perizinan wisata.
• Foto Dokumentasi Peserta.
• Asuransi perjalanan wisata
• Perlengkapan P3K.

Open Trip Via Ferrata Gunung Parang TIDAK TERMASUK :

• Transportasi ke/dari Meeting Point
• Tipping Tour Guide
• Tipping Rangger/ Instruktur
• Tipping Driver
• Pengeluaran Pribadi











PERLENGKAPAN Open Trip Via Ferrata Gunung Parang :

• Para peserta wajib membawa perlengkapan pribadi secukupnya
• Memiliki kesehatan yang Optimal
• Obat-obatan Pribadi
• Sepatu Kets/ Sendal Gunung
• Kamera Pribadi
• Topi
• Sunblock SPF 30


Open Trip Via Ferrata Gunung Parang MENGUNJUNGI :

• Gunung Parang. “Berlokasi di Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Merupakan Gunung Batu Andesit tertinggi di Indonesia dan ke-2 di Dunia. Memiliki ketinggian kurang dari 1000 meter yang memiliki trek vertikal dan berbatu, cocok bagi wisatawan dengan minta khusus dan penguji adrenalin”
• Purwakarta. “Merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Di Kabupaten yang memiliki luas ±971,72 km² ini memiliki ragam destinasi wisata yang patut di kunjungi seperti Gunung Parang, Waduk Jatiluhur, Goa Jepang dan Belanda serta lain nya.”
• Via Ferrata. “Jalur Pendakian yang menggunakan kabel baja sepanjang route dan secara berkala yang menempel tetap pada batu. Kegiatan memanjat tangga besi yang di tanam ini merupakan selah satu tantangan bagi para pecinta adrenalin.”

Note : Optional Adalah Program/ Kegiatan/ Fasilitas yang dapat di kunjungi, di lakukan dan di peroleh apabila waktu dan kondisi memungkinkan serta adanya kesepakatan antara seluruh peserta dalam program Open Trip.


CATATAN Open Trip Via Ferrata Gunung Parang :

• Additional Charge / Tambahan Biaya sebesar Rp.75.000,-/Orang untuk High Season ( Libur Lebaran, Natal dan Tahun Baru ).
• Pendaftaran OPEN TRIP Via Ferrata Gunung Parang terbuka untuk umum.
 Wisatawan yang mengikuti program ini di anjurkan tidak memiliki riwayat penyakit yang berbahaya seperti Jantung dan di anjurkan memiliki kesehatan yang optimal.

• Harga berlaku untuk wisatawan domestik, WNA di kenakan tambahan biaya Rp.150.000/orang ( Price not valid for foreigner, add charge IDR 150.000/person ).
 Transportasi menyesuaikan dari jumlah wisatawan.



Open Trip
Via Ferrata Gunung Parang Purwakarta

DAY 1        ( MS )
06:00        : Meeting Point dari Plaza Semanggi Jakarta dan bertemu team Mager Paradise
06:30        : Persiapan perjalanan Open Trip Via Ferrata Gunung Parang menuju Purwakarta.
09:30        : Para peserta Open Trip Via Ferrata Gunung Parang tiba di lokasi.
10:00        : Persiapan Via Ferrata yang dipandu langsung oleh rangger lokal dan instruktur khusus.
10:15        : Pemakaian Safety Equipment masing-masing perserta.
10:30        : Tracking menuju Tibing depan pendakian.
10:45        : Briefing teknis Via Ferrata dan Sistematis pelaksanaan kegiatan.
11:00        : Pemanjatan/ Climbing Via Ferrata dengan pemandangan di atas 300 meter.
11:20        : Foto nonstop pemanjatan/ climbing masing-masing peserta.
13:30        : Turun menuju basecamp untuk makan siang bersama.
14:00        : Para peserta menikmati makan siang bersama di basecamp.
15:00        : Persiapan pulang menuju Jakarta.
18.00        : Estimasi tiba di Plaza Semanggi d

Fasilitas Open Trip Via Ferrata

 Gunung Parang Purwakarta

Open Trip Via Ferrata Gunung Parang TERMASUK :

• Transportasi Ac Jakarta – Gn. Parang PP
• Makan siang.
• Air Mineral.
• Safety Equipment/ Peserta.
• Guide lokal Gn. Parang.
• Instruktur Lokal Gn. Parang.
• Perizinan wisata.
• Foto Dokumentasi Peserta.
• Asuransi perjalanan wisata
• Perlengkapan P3K.

Open Trip Via Ferrata Gunung Parang TIDAK TERMASUK :

• Transportasi ke/dari Meeting Point
• Tipping Tour Guide
• Tipping Rangger/ Instruktur
• Tipping Driver
• Pengeluaran Pribadi









PERLENGKAPAN Open Trip Via Ferrata Gunung Parang :

• Para peserta wajib membawa perlengkapan pribadi secukupnya
• Memiliki kesehatan yang Optimal
• Obat-obatan Pribadi
• Sepatu Kets/ Sendal Gunung
• Kamera Pribadi
• Topi
• Sunblock SPF 30


Open Trip Via Ferrata Gunung Parang MENGUNJUNGI :

• Gunung Parang. “Berlokasi di Kabupaten Purwakarta Jawa Barat. Merupakan Gunung Batu Andesit tertinggi di Indonesia dan ke-2 di Dunia. Memiliki ketinggian kurang dari 1000 meter yang memiliki trek vertikal dan berbatu, cocok bagi wisatawan dengan minta khusus dan penguji adrenalin”
• Purwakarta. “Merupakan salah satu Kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Di Kabupaten yang memiliki luas ±971,72 km² ini memiliki ragam destinasi wisata yang patut di kunjungi seperti Gunung Parang, Waduk Jatiluhur, Goa Jepang dan Belanda serta lain nya.”
• Via Ferrata. “Jalur Pendakian yang menggunakan kabel baja sepanjang route dan secara berkala yang menempel tetap pada batu. Kegiatan memanjat tangga besi yang di tanam ini merupakan selah satu tantangan bagi para pecinta adrenalin.”

Note : Optional Adalah Program/ Kegiatan/ Fasilitas yang dapat di kunjungi, di lakukan dan di peroleh apabila waktu dan kondisi memungkinkan serta adanya kesepakatan antara seluruh peserta dalam program Open Trip.


CATATAN Open Trip Via Ferrata Gunung Parang :

• Additional Charge / Tambahan Biaya sebesar Rp.75.000,-/Orang untuk High Season ( Libur Lebaran, Natal dan Tahun Baru ).
• Pendaftaran OPEN TRIP Via Ferrata Gunung Parang terbuka untuk umum.
 Wisatawan yang mengikuti program ini di anjurkan tidak memiliki riwayat penyakit yang berbahaya seperti Jantung dan di anjurkan memiliki kesehatan yang optimal.

• Harga berlaku untuk wisatawan domestik, WNA di kenakan tambahan biaya Rp.150.000/orang ( Price not valid for foreigner, add charge IDR 150.000/person ).
 Transportasi menyesuaikan dari jumlah wisatawan.


For details/reservation /private trip arrangement please mail to 
 
magerparadise30@gmail.com

WA : 081311054122
Ig    : @magerparadise